Archive for December, 2007

Malam Bulan Di Pagar Bintang

Posted in lagu klasik on December 27th, 2007 by bayan

Malam bulan dipagar bintang
Makin indah jika dipandang
Bagai gadis beri senyuman
Pada bujang idaman

Duhai kasih ingin dimanja
Dengan cumbuan mesra
Untuk pelipur lara
Penawar dik asmara

Mmm.. mmm…
Mmm.. mmm…

Malam bulan dipagar bintang
Tambah seri cuaca malam
Murni sungguh ciptaan Tuhan
Bulan bintang lampu alam

Andai kata bintang menyepi
Bulan tidak berseri
Malam menjadi sunyi
Tidak berseri lagi

Sign Up Advertlets

Nak Dara Merindu

Posted in lagu klasik on December 27th, 2007 by bayan

Emak Si Randang

Posted in seloka on December 27th, 2007 by bayan

Baik budi emak si Randang,
Dagang lalu ditanakkan,
Tiada berkayu rumah diruntuhkan,
Anak pulang kelaparan,
Anak dipangku diletakkan,
Kera di hutan disusui,
Dagang pergi awak terhutang,
Beras habis, padi tak jadi.

Mantera : Memanggil Jembalang Tanah

Posted in mantera on December 3rd, 2007 by bayan

Assalamualaikum!
Aku tahu asal kau jadi, sepacal Nabi Muhammad asal kau jadi,
Sepacal Baginda Ali asalnya kau jadi,
Dirimu tanah lembang, turun bertudung daun golah,
Jadi dirimu pagi-pagi, Raja Sinar namanya diri,
Jadi dirimu tengah baik, Raja Paksi namanya diri,
Jadi dirimu tengah naik, Raja paksi namanya diri,
Jadi dirimu tengah turun, Raja Kilu namanya diri,
Jadi dirimu petang-petang, Kilat Senja namanya diri,
Diam kau di rimba besar, Sakat Rendang namanya kau,
Diam kau di kayu ara, Si Cakak namanya kau,
Diam kau di tunggul buta, Si Rempenai namanya kau,
Diam kau di busut jantan, Si Rimpun namanya kau,
Diam kau di gunung guntung, Si Betoto namanya kau,
Diam kau di tengah padang, Si Hampar namanya kau,
Diam kau di anak air, Si Belunca namanya kau,
Diam kau di mata air, Si Lincir namanya kau,
Janganlah engkau mungkirkan setia kepadaku!
Jikalau engkau mungkirkan,
Mati berkelentung, mati berkelentang,
Mati tergantung di awan-awan,
Ke bumi tak sampai, ke langit tak sampai,
Mati dipanah halilintar,
Mati disambar kilat senja,
Mati ditimpa malaikat yang empat puluh empat,
Mati ditimpa daulat empat penjuru alam,
Berkat daulat Kamalul-Hakim,
Berkat tawar Malikul-Rahman.